بِسْمِ اللّٰـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Artikel kali ini, mengenai pengalaman saya dulu, pengalaman
yang mungkin tidak dialami oleh banyak orang, tapi saya akan menceritakan
secara detail, supaya Anda mampu merasakan apa yang saya rasakan waktu itu...
heuheu
(pasang muka agak seriusan dikit) :p
Pengalaman ini mungkin akan memberikan sedikit gambaran,
solusi bagi Anda yang mungkin sedang mengalami sebuah, atau dua buah, tiga
buah, atau bahkan empat buah lebih masalah :v
Saya masih ingat betul, waktu itu kondisi ekonomi keluarga
sedang down, bahkan kuliah saya pun terhenti. Tidak cukup sampai di situ, usaha
yang saya bangun bersama teman pun merugi, sementara penghasilan saya dari
usaha lain pun juga sedang minus, karena ada beberapa hutang.
Bisa dibayangkan, beberapa ujian besar, datang bersamaan.
Saya merasa, sedang berada pada titik dimana akhir dari kehidupan itu berada,
dimana sebuah harapan sudah tertutup, dimana sebuah kehancuran ‘sedang’
terjadi...
Beberapa hal itu, bukan hanya membuat saya tidak bisa tidur,
bahkan menatap pun dengan pandangan kosong. Saya jadi berpikir, jangan-jangan
kondisi seperti inilah yang membuat banyak orang menjadi gila, stres, bahkan
ada yang sampai bunuh diri, naudzubillahimindzalik...
Karena situasi dan kondisinya memang sangat berat bagi manusia...
Sampai pada siang hari, tidak tahu kenapa, tiba-tiba saya
ingin shalat dzuhur di masjid Agung kota Kediri, salah satu masjid favorit
saya, lokasinya memang jauh dari rumah saya. Masjid yang berada di pusat keramaian
kota, namun mampu ‘menghadirkan’ ketenangan yang luar biasa bagi saya setiap
kali kesana.
Setelah shalat dzuhur, dan masih dalam kondisi yang ‘memprihatinkan’,
karena berada pada satu titik kehidupan yang sangat berat, tiba-tiba saya teringat
dengan satu kalimat yang sering diucapkan oleh banyak orang, ‘inna lillaahi wa
innaa ilaihi raaji’uun...’, Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan
kepada-Nya-lah kami kembali...
Sebuah kalimat yang memiliki nilai ketauhidan yang tinggi.
Dari situ, saya sadar bahwa semua masalah yang sedang ‘menghampiri’ saya ini
berasal dari Allah, semuanya !
Lalu saya menuju serambi atas masjid, saya duduk bersila
menghadap kiblat, saya pejamkan mata. Saya mencoba menginderakan wujud Allah
Yang Maha Besar lagi Maha Kuasa. Saya bayangkan sedang berhadapan langsung
dengan sang Pemilik alam semesta ini. Seperti seorang anak kecil yang sedang
ingin mengadu kepada orang tuanya, dalam hati saya berbicara (dengan keyakinan
yang seyakin-yakinnya bahwa saya sedang berada di hadapan Allah, Tuhan seluruh
alam) :
“Yaa Allah, masalah ini terlalu berat bagiku, saya tidak
sanggup lagi menghadapinya, saya sadar semua ini berasal dari Engkau, maka aku
kembalikan lagi kepada Engkau, terserah bagaimana Engkau mengaturnya...”
Kurang lebih seperti itu perkataan yang ada dalam hati saya.
Setelah itu saya menghirup nafas panjang, sambil memikirkan semua masalah yang
sedang saya hadapi, saya coba kumpulkan semuanya, saya bayangkan masalah itu
seperti sebuah barang, saya bayangkan semua barang itu saya kumpulkan di tangan
saya, setelah semua barang itu terkumpul, saya hembuskan nafas panjang,
bersamaan dengan hembusan nafas itu, saya bayangkan sedang menyerahkan semua
masalah itu kepada Pemiliknya, Allah yang Maha Kuasa.
Setelah itu saya membuka mata, tidak tahu kenapa, pikiran
saya jadi tenang, hati terasa adem, seperti sedang tidak ada masalah apa pun
dalam kehidupan saya. Beban yang tadinya sangat berat dalam pikiran saya, tiba-tiba
hilang begitu saja. Bahkan, saya menjadi sangat mudah melihat solusi dari
setiap ‘ujian’ itu. Yang akhirnya membawa saya untuk mengatasi semua ujian itu
dengan sangat tenang, baik, dan lancar. :D
Subhanallah, dari situ saya jadi berpikir, ketika kita
berada pada titik dimana kita tidak bisa mengelak bahwa kenyataannya memang
benar semua berasal dari Allah, dan kepada-Nya lah semua akan kembali, maka
dari situlah kita akan mampu tenang dalam menghadapi setiap ujian dalam hidup
kita, yang akhirnya membuat kita mudah untuk menemukan jawaban-jawaban untuk
setiap ujian tersebut.
Ketika kita merasakan beban yang terlalu berat bagi kita, bukan narkoba tempat pelarian
kita, tapi kembalilah kepada Allah, serahkan semuanya kepada Allah, karena
hanya Allah yang mampu mengatasi segalanya, sedangkan kita sama sekali tidak
memiliki kemampuan apa pun...
0 komentar:
Posting Komentar